PortalKataID
Politik

KMP Bubar Jalan

Ket : Koalisi Merah Putih

Jakarta – Koalisi Merah Putih punya mimpi besar jadi koalisi permanen. Namun nyatanya satu demi satu anggota KMP balik kanan, bubar jalan.

Parpol pendukung Prabowo-Hatta yakni Gerindra, Golkar, PPP, PKS, PAN, dan PBB mendeklarasikan KMP menjadi koalisi permanen pada 14 Juli 2014 silam. Lima hari pasca pencoblosan Pilpres itu, bahkan Partai Demokrat ikut menghadiri deklarasi KMP jadi koalisi permanen.

“KMP yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam pilpres menyatakan sikap politik dan ideologi bahwa KMP akan tetap bergandeng tangan baik menang atau kalah,” kata Sekretaris Koordinator Pelaksana KMP dari PKS, Fahri Hamzah, dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/9/2015) lalu.

Dalam konferensi pers ini hadir koordiantor pelaksana KMP Idrus Marham, Sekjen PKS Taufiq Ridho, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Keempatnya menyatakan sikap KMP atas perginya PAN yang telah menyatakan dukungan kepada pemerintahan Jokowi-JK.

Kepergian PAN dari KMP, meskipun dengan bahasa-bahasa tak pernah meninggalkan KMP, sangat mengagetkan. Karena PAN adalah pengusung Hatta Rajasa jadi cawapres Prabowo Subianto. Memang setelah kepemimpinan PAN bergeser ke tangan Zulkifli Hasan, PAN menjadi lebih dekat ke pemerintahan Jokowi-JK.

Namun sebenarnya sudah banyak yang menduga setelah PAN, satu persatu anggota KMP bakal rontok berguguran. Apalagi PD yang juga ikut dalam deklarasi itu, sudah lebih dulu menyatakan mengambil sikap sebagai nonblok, tak ada di KMP maupun KIH.

Benar saja, setelah kepemimpinan PKS bergeser ke Sohibul Iman dari tangan Anis Matta, sang Presiden PKS yang baru itu sudah sowan Presiden Jokowi-JK, memang tak menyatakan dukungan ke pemerintah seperti PAN namun PKS memberikan sinyal akan mendukung kebijakan Jokowi yang pro rakyat, sebuah pernyataan yang tak pernah dilontarkan kepemimpinan sebelumnya.

Sementara itu mungkin menyadari banyak parpol bakal jadi pendukung pemerintah, KIH sudah bermetamorfosa dan berganti nama menjadi kerjasama partai-partai pendukung pemerintah. Banyak yang bilang ini untuk mengakomodasi masuknya PAN di pemerintahan dan sangat mungkin masuk kabinet.

Setelah PAN mendukung pemerintah, PKS mengisyaratkan mendukung pula, PPP terpecah belah, giliran Golkar menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi-JK. Sebenarnya gelagat Golkar akan mendukung Jokowi-JK sudah lama terlihat. Selain tak punya pengalaman di luar pemerintahan, separuh pecahan Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono sudah lebih dulu menyatakan dukungan ke pemerintah.

Di sisi lain, Aburizal Bakrie yang jadi pentolan KMP sebagai ketua presidium koalisi permanen itu terus menyuarakan KMP bakal jadi koalisi permanen. Namun dalam politik tak ada perjanjian yang abadi, nyatanya Ical sendiri yang meneken deklarasi Golkar di bawah kepemimpinannya menjadi bagian dari parpol pendukung pemerintahan.

Deklarasi diikuti oleh 34 Ketua DPD Partai Golkar se-Indonesia dipimpin oleh politisi Golkar Yorrys Raweyai di penutupan Rapimnas di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016) malam.

Yorrys berdiri membacakan deklarasi di hadapan perwakilan pemerintah yang hadir, yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Berikut isi deklarasi dukungan tersebut:

Berdasarkan keputusan Rapimnas 23-25 Januari tahun 2016 dan sesuai panggilan doktrin karya, siaga, gatra, praja senantiasa berkarya dalam pembangunan serta atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Partai Golkar mendeklarasikan diri mendukung dan bersama pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla, untuk melaksanakan pembangunan nasional di segala bidang demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Ditandatangani ketua umum Aburizal Bakrie dan sekjen Idrus Marham.

Meskipun Ical cs masih membumbui dengan istilah Golkar tidak keluar dari KMP, namun nyatanya parpol-parpol anggota KMP sudah bubar jalan dan menyatakan dukungan ke pemerintah. Kedigdayaan KMP yang masih mendominasi DPR setelah kalah di Pilpres dengan menempatkan orang-orang di pimpinan DPR dan MPR, lewat drama pertarungan dengan KIH pun tinggal kenangan.

Di luar memang Prabowo menyebut menghargai sepenuhnya sikap parpol KMP mendukung pemerintah. Namun nyatanya Gerindra menyadari betul kini kekuatan oposisi di DPR jauh berkurang.

“Akibat keputusan politik Golkar tentu saja kekuatan oposisi di parlemen menjadi berkurang. Dengan kekuatan oposisi berkurang maka check and balance menjadi lemah karena jumlahnya makin sedikit,” kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kepada detikcom, Selasa (26/1/2016).

Bisa dibilang jika PKS juga sudah semakin jelas mendukung pemerintahan maka Gerindra tinggal sendiri. Namun Gerindra berkomitmen akan terus jadi parpol penyeimbang.

Muzani menegaskan Gerindra tidak ingin check and balance yang dilancarkan hanya dijadikan sebuah hiasan bagi proses demokrasi. “Karena itu Gerindra tetap akan menjadi kekuatan check and balance, kekuatan kritik, mata hati rakyat, meskipun itu untuk kita tidaklah ringan,” tegas Muzani.

“Buat Gerindra menjalankan oposisi itu bukan hal baru dan buat kita biasa-biasa saja. Karena Gerindra tidak pernah jadi penguasa dan partai yang berkuasa, sudah dua periode ini Gerindra di jalur oposisi tidak ada masalah, inilah tugas kita dalam demokrasi,” pungkasnya.

Lalu setelah menyatakan dukungan ke pemerintah, seperti apa manuver parpol ‘eks KMP’ berikutnya? Akankah parpol ‘eks KIH’ terganggu?

Editor: Harianto W.
SumberElvan Dany Sutrisno

Related posts

DPR: Maklumi Anggaran Polisi Untuk Amankan Aksi Capai Rp 76 Miliar

B. Hersunu. AW

Iskan Qolba Lubis: Masyarakat Tak Boleh Terprovokasi Kasus Bom Samarinda

Rico Montilla

Reza Indragiri Amriel: Sisi Ekstrovert Ahok Perlu Disaksikan Langsung Saat Sidang, Untuk Apa?

B. Hersunu. AW

Jokowi Diingatkan Urus Negara Tak Bisa Sendirian

B. Hersunu. AW

Tak Usung Anas di Pilkada Banyuwangi, ini Penjelasan PKB

FX Michael Ivan BayuK

Partai Demokrat Menggelar Natal Seantero Nusantara

FX Michael Ivan BayuK

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Translate ยป
Loading...

Login