PortalKataID
Nasional

Potret Pejuang Belerang di Kawah Ijen

Petambang berjalan membawa bakul penuh bongkahan belerang menerobos asap vulkanik, saat naik dari kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun. Foto : kompas.comPetambang berjalan membawa bakul penuh bongkahan belerang menerobos asap vulkanik, saat naik dari kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun.  Foto : kompas.comSeorang petambang berjalan membawa bongkahan belerang yang didapat dari kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun. Foto : kompas.comMarzuki, seorang petambang berjalan membawa bakul penuh bongkahan belerang, saat naik dari kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun. Foto : kompas.comAktivitas petambang belerang di kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun. Foto : kompas.comAktivitas petambang belerang di kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun. Foto : kompas.comPetambang bekerja di tengah asap belerang di kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun.  Foto : kompas.comAktivitas petambang belerang di kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun.  Foto : kompas.comSeorang petambang berjalan membawa bakul penuh bongkahan belerang menerobos asap vulkanik, saat naik dari kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap vulkanik beracun.  Foto : kompas.comPara petambang memanggul bongkahan belerang, naik dari kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun.  Foto : kompas.comAktivitas petambang belerang di kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016). Demi mendapat penghasilan yang terbilang minim, petambang harus menapaki gunung dengan memanggul puluhan kilogram bongkahan belerang di tengah asap beracun. Foto : kompas.com

PortalKataID, Banyuwangi – Pesona kawah Gunung Ijen di Jawa Timur tak hanya memiliki daya tarik bagi wisatawan, namun juga bagi para petambang belerang untuk menyambung hidup.

Petambang harus bertahan di tengah kepulan asap beracun sembari memanggul bongkahan belerang demi mendapatkan penghasilan yang terbilang minim.

Setelah tengah malam, bermodalkan penerangan lampu di kepala, mereka meniti jalan menerobos kegelapan dan asap. Para petambang turun ke kawah dengan membawa sekop dan linggis, bahkan kerap tanpa dilengkapi masker pelindung.

Mereka memecah belerang yang terbentuk dari penanaman pipa di dalam kawah, proses itu menghasilkan gas mengental yang kemudian menjadi sebuah belerang solid.

Memanggul beban belerang dengan berat hingga 70 kilogram, para petambang harus melakukan pendakian melelahkan untuk keluar dari areal kawah yang dilanjutkan perjalanan turun gunung sekitar 3 kilometer.

Mereka berpotensi cacat dan masa hidup yang lebih singkat akibat bekerja di tengah risiko dan bahaya yang tinggi. Ledakan gas merupakan salah satu risiko terbesar yang dapat terjadi.

“Ini adalah pekerjaan yang sangat sulit,” kata salah seorang petambang, Suratna (42).

“Saya kesulitan menghasilkan uang yang cukup untuk membeli makanan bagi keluarga dan untuk pendidikan anak-anak saya, tapi saya masih bersyukur kepada Tuhan yang memberikan saya sesuatu,” tambahnya.

Para petambang mendapatkan upah Rp 1.000 untuk setiap kilogram belerang yang diangkut, atau sekitar Rp 13.000 per hari jika mereka mampu membuat dua perjalanan menaiki dan menuruni gunung berapi tersebut.

Related posts

Etnis Tionghoa Belitung: Saya tak akan Memilih Ahok

FX Michael Ivan BayuK

Tim Kesehatan TNI di Pulau Terluar Berhasil Mengobati 5.157 Pasien

FX Michael Ivan BayuK

Kompromi dan Jeritan Hati Jessica di Tahanan

FX Michael Ivan BayuK

Daeng Aziz Tersangka, Diduga Jadi Muncikari PSK di Kalijodo

FX Michael Ivan BayuK

Nota Kesepahaman Kemenkeu RI dan TNI

Rico Montilla

Ridwan Kamil: Perpeloncoan Fisik Sudah Lewat, Itu Warisan Jadul

FX Michael Ivan BayuK

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Translate »
Loading...

Login

Do not have an account ? Register here
X

Register

%d bloggers like this: