PortalKataID
  • Home
  • Nasional
  • Begini Kronologi Pemukulan yang Diduga Dilakukan Masinton Versi Dita
Nasional

Begini Kronologi Pemukulan yang Diduga Dilakukan Masinton Versi Dita

Jakarta – Staf ahli anggota DPR RI Masinton Pasaribu, Dita Aditia
Ismawati, membantah keterangan Masinton soal kronologi pemukulan
terhadap dirinya. Dita menyebut pemukulan itu dilakukan langsung oleh
Masinton. Bagaimana kronologinya?

Foto: Agung Pambudhy

 “Kejadian 21 Januari 2016
sekitar pukul 23.00 WIB malam lewat. Terjadi di perjalanan dari kafe ke
apartemen saya di MTH Square,” ucap Dita dalam jumpa pers di LBH Apik,
Jl Tengah Raya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/2/2016).

Dita
lalu menjelaskan kronologi peristiwa itu mulai dari dia berangkat
menuju kafe, hingga akhirnya dijemput Masinton dan terjadi pemukulan.
Begini kronologinya:

Pukul 18.20 WIB
Dita
berangkat dari kantornya di gedung DPR RI menuju kantor DPW NasDem DKI
di Gondangdia, Jakarta Pusat. Dita adalah kader Partai NasDem.

Pukul 19.20 WIB
Sampai
di kantor DPW NasDem DKI, Dita berbincang dengan temannya bernama Dodi
Sihombing. Dita mengaku sudah lama tak bertemu dengan Dodi sehingga
malam itu dia berbicara banyak, meski hanya obrolan biasa.

Pukul 21.00 WIB
Dita
dan Dodi pergi menuju Camden Bar di Jalan Cikini, Jakpus, menggunakan
mobil Dodi, sementara mobil Dita tetap di parkir di kantor NasDem DKI.
Di dalam kafe saat itu ada 8 orang, 5 laki-laki dan 3 wanita. Menurut
Dita, tak ada pembicaraan serius, hanya ngobrol-ngobrol biasa.

Pukul 10.17 WIB
Masinton menghubungi Dita menanyakan sedang ada di mana, yang dijawab sedang di Camden Bar.

Pukul 10.22 WIB
Masinton kembali menghubungi Dita kembali menanyakan posisinya saat itu. Namun kali ini Masinton mencecar Dita.

“Nanya
lagi, Camden bar itu di mana? Sama siapa di bar? Terus dia nelepon
beberapa kali. Saya angkat sambil saya ke toilet. Gue sama teman-teman.
Di mana itu? Kenapa kau nggak balik? Ya di sini di Camden. Udah ya
kepala gua puyeng,” kata Dita.

Pukul 23.00 WIB
Masinton
dan sopirnya bernama Husni menemui Dita di Camden bar. Saat itu,
Masinton hanya menunggu di dalam mobil, sementara sopirnya menemui Dita
di dalam. Dita lalu ke luar didampingi temannya.

“Saya pegang tangan Pak Husni. Itu ada bos di dalam. O ya? Waduh,” kata Dita.

Dita
lalu diminta Masinton untuk pulang. Namun sebelum masuk ke mobil, Dita
sempat kembali ke bar untuk mengambil tas dan pamit dengan
teman-temannya. Dia lalu duduk di bangku depan di samping sopir.
Masinton di belakang.

“Dia bilang, dasar kau nggak tahu malu.
Ngapain kau di situ? Ngumpul saja. Udah jam berapa ini kau belum balik,”
terang Dita menirukan diskusi di dalam mobil.

Saat itu Masinton
menanyakan keberadaan mobil Dita, yang dijawab ada di kantor DPW NasDem
DKI. Masinton lalu meminta sopirnya mengambilkan mobil Dita. Sehingga
saat sopirnya turun, di mobil itu Masinton yang langsung menjadi sopir.
Dita duduk di sampingnya.

Dalam perjalanan, Masinton kembali
mencecar Dita dengan beberapa pertanyaan. Yaitu soal aktivitas Dita di
bar sepulang dari DPR, termasuk materi obrolan dengan teman-temannya.

“Anjing kau! Setan kau! Nggak tahu malu, jam segini masih di luar,” hardik Masinton.

Pukul 23.30 WIB
Di
Matraman mobil berhenti. Masinton menghubungi sopirnya memastikan sudah
mengambil mobil Dita di kantor NasDem. Setelah itu, kepada Dita,
Masinton terus menanyakan kepentingan Dita di bar.

“Nggak tahu malu! Diam kau malah nangis kau!” kata Dita menirukan Masinton.

Dita diajak berputar dua kali, meski hampir sampai di apartemennya.
Padahal, Dita sudah meminta agar segera diturunkan karena kondisinya
yang lelah.

“Diam anjing! Dan (tonjokan) itu terjadi tangan kirinya dua kali, saya histeris. Kenapa gue ditonjok?” tanya Dita.

“Gue cuma mau pulang. Gue mau nelepon temen gue. Dia rebut HP saya. Sini balikin HP gue. Reflek setir saya dorong ke kiri.
Ini HP lu,” imbuhnya.

Pukul 00.45 WIB
Dita
yang mendapat pukulan merintih. Dia berkunang-kunang setelah dijotos
dua kali. Dia lalu berinisiatif melapor ke Polsek Jatinegara dengan naik
taksi. Polisi lalu mengantar ke RSUD Budi Asih untuk divisum.

Dita
dibawa lagi ke Polsek, lalu diminta pulang untuk istirahat. Sabtu
(23/1) Dita resmi membuat laporan ke Polsek Jatinegara pukul 09.00 WIB.
Lalu Jumat (29/1), Dita didampingi pengurus NasDem melapor ke Bareskrim
Polri.

Editor: FX Michael I BK
SumberNur Khafifah

Related posts

Datangi Mapolda Metro, Ayah Mirna Enggan Bicara dengan Jessica

FX Michael Ivan BayuK

Presiden RI : TNI – Polri Antisipasi Cepatnya Perubahan Dunia

B. Hersunu. AW

Polisi Sebut Kondisi Jessica di Rutan Baik-baik Saja

FX Michael Ivan BayuK

Daeng Azis Terlihat Mentereng dengan Perhiasan dan Mobil Mercedes-Benz

FX Michael Ivan BayuK

Pidato Bung Karno: Saya cinta sekali pada NU

FX Michael Ivan BayuK

Teroris Santosa Berhasil Ditembak Mati?

FX Michael Ivan BayuK

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Translate ยป
Loading...

Login

Do not have an account ? Register here
X

Register

%d bloggers like this: