PortalKataID
  • Home
  • Militer
  • Kapal Tangkapan WFQR-4 Koarmabar Diputus Bebas Di Pengadilan Perikanan Tanjungpinang
Militer

Kapal Tangkapan WFQR-4 Koarmabar Diputus Bebas Di Pengadilan Perikanan Tanjungpinang

PortalKaTAID, Tanjungpinang- Setelah melaui proses persidangan, akhirnya kapal tangkapan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Koarmabar, diputus bebas di Pengadilan Perikanan Tanjungpinang, baru-baru ini. Nahkoda kapal ikan Choo Chiau Huat dinyatakan bebas karena tidak terbukti melakukan kegiatan illegal fishing di Perairan Indonesia.

Putusan bagi terdakwa Choo Chiau Huat ini, berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejakasaan Tinggi Kepulauan Riau, yang terlalu yakin dengan dakwaan tunggalnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama 2 tahun penjara, denda 1,5 miliar subsider 6 bulan kurungan. Menyingkapi putusan Majelis Hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum Kajati yang diwakili Jaksa Yuri. S.H., menyatakan akan mengajukan kasasi ke Mahkama Agung, sedangkan terdakwa dan kuasa hukumnya Herman S.H., menyatakan menerima.

Sementara Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan menyatakan kekecewaanya terhadap putusan itu. Lantamal IV melaksanakan tugas tidak lebih dan tidak kurang penegakkan hukum dan melindungi NKRI serta mengamankan Sumber Daya Alam (SDA) perikanan Kepri dari penjarahan nelayan-nelayan asing, namun apa yang terjadi saat ini Kapal MV. Selin di vonis bebas.

Menurut Danlantamal IV pihaknya banyak menerima banyak keluhan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri tentang banyaknya praktek-praktek illegal fishing yang dilakukan kapal-kapal asing yang sangat merugikan nelayan lokal, hal tersebut juga mempengaruhi keadaan perekonomian para nelayan. Sementara sekarang bisa dilihat Kapal MV. Selin divonis bebas oleh Pengadilan Perikanan Tanjungpinang. Tidak menutup kemungkinan kasus tersebut bisa terlulang kembali karena nelayan-nelayan asing menganggap hukum kita lemah, ujar Danlantamal IV.

Selanjutnya menyikapi putusan Pengadilan Perikanan Tanjungpinang, DPRD Kepri berjanji akan membantu mengumpulkan data, selanjutnya akan membuat laporan ke Mahkamah Yudisial dan Mahkamah Agung RI serta ke Menteri Kehakiman agar penegakan hukum kususnya perikanan benar-benar adil dan dihargai negara lain

Related posts

LANAL SAUMLAKI DIPERKUAT KAPAL PATROLI BARU

B. Hersunu. AW

SATGAS PELANTARA VII SAIL SABANG 2017 SINGGAH DI BELAWAN

B. Hersunu. AW

TIM HALANG RINTANG KOARMATIM SEMANGAT BERLATIH

Ibnu Hasan

Kapuspen TNI Tidak Ada Instruksi Tembak Ditempat dalam Razia Narkoba

B. Hersunu. AW

TEAM ATLET DAYUNG KOLINLAMIL RAIH JUARA DAYUNG

B. Hersunu. AW

PANGARMATIM: BERIKAN PENGARAHAN JELANG NATAL DAN TAHUN BARU 2017

Rico Montilla

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Translate ยป
Loading...

Login

Do not have an account ? Register here
X

Register

%d bloggers like this: